PAYUNG DI TENGAH KEMARAU Iman yang Percaya Sebelum Melihat
Nats Utama: Markus 11:24
"Karena itu Aku berkata kepadamu: Apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu."
Ada sebuah desa yang mengalami kemarau panjang.
Sawah mengering.
Sumur-sumur mulai kosong.
Tanaman mati.
Penduduk mulai khawatir.
Akhirnya pendeta mengajak seluruh jemaat berkumpul untuk berdoa meminta hujan kepada Tuhan.
Keesokan harinya jemaat datang ke lapangan untuk berdoa.
Namun di antara ratusan orang yang hadir, hanya ada satu anak kecil yang datang membawa payung.
Orang-orang tersenyum melihatnya.
"Mengapa kamu membawa payung? Langit cerah."
Anak itu menjawab dengan polos:
"Bukankah hari ini kita akan berdoa supaya Tuhan menurunkan hujan?"
Malam itu hujan turun dengan deras.
Anak kecil itu mengajarkan sesuatu yang sangat penting:
Iman bukan hanya berdoa. Iman adalah percaya bahwa Tuhan sedang bekerja bahkan sebelum jawaban itu terlihat.
1. Banyak Orang Berdoa, Tetapi Tidak Semua Percaya
Sering kali kita berdoa:
"Tuhan, sembuhkan saya."
"Tuhan, berkati keluarga saya."
"Tuhan, buka jalan pekerjaan."
Namun setelah berdoa kita tetap hidup dalam ketakutan, keraguan, dan kecemasan.
Kita meminta hujan, tetapi tidak membawa payung.
Kita berdoa meminta pertolongan Tuhan, tetapi hati kita masih berkata:
"Mungkin Tuhan tidak menjawab."
Yakobus 1:6 berkata:
"Hendaklah ia memintanya dalam iman dan sama sekali jangan bimbang."
Tuhan tidak hanya mendengar kata-kata doa kita.
Tuhan juga melihat iman di dalam hati kita.
2. Iman Melihat Sebelum Mata Melihat
Anak kecil itu belum melihat hujan.
Langit masih cerah.
Awan belum ada.
Tetapi ia sudah membawa payung.
Mengapa?
Karena ia percaya.
Itulah iman.
Ibrani 11:1 berkata:
"Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat."
Dunia berkata:
"Lihat dulu baru percaya."
Tetapi Tuhan berkata:
"Percaya dulu, maka engkau akan melihat."
Iman mendahului mukjizat.
3. Tuhan Menghormati Iman yang Sederhana
Yang menarik dalam kisah ini bukan pendeta, bukan para tua-tua jemaat, bukan orang-orang yang berkumpul.
Tetapi seorang anak kecil.
Mengapa?
Karena sering kali orang dewasa terlalu banyak berpikir, sedangkan anak kecil lebih mudah percaya.
Yesus berkata dalam Matius 18:3:
"Jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga."
Anak kecil percaya tanpa syarat.
Anak kecil percaya tanpa perhitungan.
Anak kecil percaya bahwa jika Tuhan berkata "Ya", maka pasti terjadi.
Tuhan senang dengan iman yang sederhana tetapi tulus.
4. Hujan Tuhan Datang Pada Waktu-Nya
Kemarau tidak berlangsung selamanya.
Mungkin hari ini ada jemaat yang sedang mengalami "kemarau kehidupan."
Kemarau ekonomi.
Kemarau kesehatan.
Kemarau rumah tangga.
Kemarau pelayanan.
Kemarau pengharapan.
Tetapi firman Tuhan berkata dalam Mazmur 30:6:
"Tangisan boleh tinggal semalam, tetapi sorak-sorai datang pada waktu pagi."
Tuhan tidak pernah terlambat.
Ketika waktu-Nya tiba, hujan berkat akan turun.
Ketika waktu-Nya tiba, pintu yang tertutup akan dibukakan.
Ketika waktu-Nya tiba, doa yang bertahun-tahun dinaikkan akan dijawab.
5. Apakah Kita Sudah Membawa Payung?
Pertanyaan terbesar dari kisah ini bukan:
"Apakah hujan akan turun?"
Tetapi:
"Apakah kita sudah membawa payung?"
Jika kita berdoa meminta pekerjaan, apakah kita siap menerima pekerjaan itu?
Jika kita berdoa meminta pelayanan, apakah kita siap melayani?
Jika kita berdoa meminta berkat, apakah kita siap menjadi saluran berkat?
Iman sejati selalu disertai kesiapan menerima jawaban Tuhan.
Penutup
Anak kecil itu mengajarkan pelajaran yang luar biasa:
Ia berdoa.
Ia percaya.
Ia bertindak sesuai imannya.
Ia membawa payung.
Hari ini Tuhan bertanya kepada kita:
"Apakah engkau hanya berdoa, atau engkau juga percaya?"
Mungkin saat ini langit kehidupan kita masih terlihat cerah tanpa awan.
Mungkin tanda-tanda jawaban belum terlihat.
Tetapi tetaplah percaya.
Tetaplah berdoa.
Tetaplah membawa "payung iman."
Karena Tuhan yang kita sembah adalah Tuhan yang sanggup mengubah kemarau menjadi hujan berkat.
Ilustrasi Penutup
Jangan tunggu hujan turun baru membeli payung.
Orang beriman membawa payung sebelum hujan turun.
Demikian pula orang percaya tetap berharap sebelum mujizat terjadi.
Sebab iman berkata:
"Aku belum melihatnya, tetapi aku percaya Tuhan sedang bekerja."
Doa
"Tuhan Yesus, ampunilah kami jika sering berdoa tetapi masih dipenuhi keraguan. Ajarlah kami memiliki iman seperti anak kecil yang percaya sepenuhnya kepada-Mu. Saat kami menghadapi kemarau kehidupan, tolong kami tetap berharap dan menantikan pertolongan-Mu. Berikan kami iman untuk membawa payung sebelum hujan turun. Dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin."
Berita Lainnya
BURUNG PIPIT DAN BADAI Tetap Bernyanyi di Tengah Badai
Nats Utama: Matius 6:26"Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menua...
Baca Selengkapnya
SALIB YANG TERLALU BERAT Tuhan Mengenal Batas Kekuatan Kita
Nats Utama: 1 Korintus 10:13"Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, ya...
Baca Selengkapnya
LILIN KECIL DI RUANGAN GELAP Menjadi Terang di Tengah Dunia
Nats Utama: Matius 5:14-16"Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin...
Baca Selengkapnya
PENSIL DI TANGAN TUHAN
Nats: Yeremia 18:6"Masakan Aku tidak dapat bertindak kepada kamu seperti tukang periuk ini, hai kaum...
Baca Selengkapnya
Satu Dollar dan Sebelas Sen
Sally, seorang anak berusia 8 tahun, mendengar bahwa adiknya, Georgi, sedang sakit parah dan membutu...
Baca Selengkapnya
Desmond Doss: Pahlawan Tanpa Senjata
Di tengah dahsyatnya Perang Dunia II, ada seorang prajurit Amerika yang berbeda dari rekan-rekannya....
Baca Selengkapnya
Tata Gereja GMIST 2025 Mulai Diterapkan di Seluruh Jemaat pada 1 April 2026
Tahuna, 1 April 2026 – Gereja Masehi Injili Sangihe Talaud (GMIST) resmi menerapkan Tata Gereja GMIS...
Baca Selengkapnya