SALIB YANG TERLALU BERAT Tuhan Mengenal Batas Kekuatan Kita
Nats Utama: 1 Korintus 10:13
"Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu."
Pendahuluan
Suatu hari seorang pria datang kepada Tuhan dalam doanya.
Dengan air mata ia berkata:
"Tuhan, mengapa hidupku begitu berat?"
"Mengapa masalahku tidak pernah habis?"
"Mengapa salib yang kupikul jauh lebih berat daripada milik orang lain?"
Malam itu ia bermimpi.
Dalam mimpinya ia dibawa memasuki sebuah ruangan yang sangat besar.
Di dalam ruangan itu terdapat ratusan salib.
Ada yang kecil.
Ada yang besar.
Ada yang terbuat dari kayu kasar.
Ada yang tampak sangat berat.
Sebuah suara berkata:
"Jika engkau merasa salibmu terlalu berat, pilihlah salib yang lain."
Dengan gembira pria itu mulai mencoba satu per satu.
Ada yang terlalu panjang.
Ada yang terlalu kasar.
Ada yang terlalu berat.
Akhirnya ia menemukan sebuah salib kecil yang tampak ringan.
Ia berkata:
"Inilah yang saya pilih."
Namun malaikat yang berdiri di dekatnya tersenyum dan berkata:
"Itulah salib yang selama ini engkau pikul."
Pria itu terdiam.
Barulah ia sadar bahwa Tuhan sebenarnya telah memberikan beban yang paling sesuai dengan kemampuannya.
1. Kita Sering Membandingkan Salib Kita Dengan Orang Lain
Sering kali kita berpikir:
"Mengapa hidup saya lebih susah?"
"Mengapa orang lain terlihat lebih bahagia?"
"Mengapa masalah saya lebih berat?"
Padahal kita hanya melihat bagian luar kehidupan orang lain.
Kita tidak tahu pergumulan yang mereka sembunyikan.
Ada orang yang tersenyum tetapi sedang menangis di dalam hati.
Ada orang yang terlihat berhasil tetapi sedang bergumul dalam keluarganya.
Ada orang yang tampak kuat tetapi sedang berjuang melawan penyakit.
Setiap orang memiliki salibnya masing-masing.
Galatia 6:5 berkata:
"Sebab tiap-tiap orang akan memikul tanggungannya sendiri."
2. Tuhan Mengenal Kekuatan Kita Lebih Dari Kita Mengenal Diri Sendiri
Ketika Tuhan mengizinkan suatu pergumulan terjadi, Dia sudah mengetahui kemampuan kita untuk menghadapinya.
Sama seperti seorang guru yang tidak memberikan soal universitas kepada murid taman kanak-kanak.
Tuhan tidak sembarangan mengizinkan pencobaan.
Dia mengenal batas kekuatan anak-anak-Nya.
Mazmur 103:14 berkata:
"Sebab Dia sendiri tahu apa kita, Dia ingat bahwa kita ini debu."
Tuhan tahu kapan kita lemah.
Tuhan tahu kapan kita menangis.
Tuhan tahu kapan kita hampir menyerah.
Dan Dia tidak pernah meninggalkan kita sendirian.
3. Salib Bukan Untuk Menghancurkan Kita
Banyak orang menganggap salib sebagai hukuman.
Padahal sering kali salib adalah alat pembentukan Tuhan.
Emas dimurnikan melalui api.
Berlian terbentuk melalui tekanan.
Demikian juga karakter orang percaya dibentuk melalui pergumulan.
Roma 5:3-4 berkata:
"Kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan."
Masalah bukan selalu tanda Tuhan meninggalkan kita.
Kadang masalah adalah tanda Tuhan sedang mempersiapkan kita.
4. Yesus Pun Memikul Salib
Ketika kita merasa salib kita berat, ingatlah bahwa Yesus pernah memikul salib yang jauh lebih berat.
Bukan hanya salib kayu.
Tetapi dosa seluruh dunia.
Di taman Getsemani Yesus berdoa:
"Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku."
Namun Ia tetap taat.
Karena melalui salib datang keselamatan.
Ibrani 12:2 berkata:
"Yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia."
Jika Yesus sanggup memikul salib-Nya, maka Dia juga sanggup menolong kita memikul salib kita.
5. Tuhan Tidak Hanya Memberi Salib, Tetapi Juga Memberi Kekuatan
Sering kali kita fokus pada beratnya beban.
Tetapi lupa bahwa Tuhan juga menyediakan kekuatan.
Yesaya 40:29 berkata:
"Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya."
Mungkin hari ini ada yang berkata:
"Saya sudah tidak kuat lagi."
Kabar baiknya adalah:
Kekuatan Tuhan justru menjadi sempurna di dalam kelemahan kita.
Ketika kita tidak sanggup berjalan, Tuhan menopang.
Ketika kita tidak sanggup berdiri, Tuhan mengangkat.
Ketika kita hampir menyerah, Tuhan menguatkan.
Penutup
Pria itu akhirnya mengerti:
Salib yang ia pilih adalah salib yang selama ini ia pikul.
Bukan karena hidupnya mudah.
Tetapi karena Tuhan mengetahui bahwa itulah salib yang paling sesuai baginya.
Hari ini mungkin ada jemaat yang sedang memikul salib:
Salib penyakit.
Salib keluarga.
Salib ekonomi.
Salib pelayanan.
Salib kehilangan orang yang dikasihi.
Jangan menyerah.
Jangan putus asa.
Tuhan tidak pernah salah mengukur kekuatan anak-anak-Nya.
Jika Tuhan mengizinkan Anda memikulnya, Tuhan juga akan memberi kekuatan untuk menjalaninya.
Ilustrasi Penutup
Sering kali kita meminta Tuhan menghilangkan salib kita.
Padahal Tuhan ingin memakai salib itu untuk membentuk kita menjadi lebih kuat, lebih dewasa, dan lebih dekat kepada-Nya.
Jangan berkata:
"Tuhan, beban ini terlalu berat."
Tetapi katakanlah:
"Tuhan, berikan aku kekuatan untuk memikulnya bersama-Mu."
Karena salib yang dipikul bersama Kristus tidak pernah terlalu berat.
Doa
"Tuhan Yesus, terkadang kami merasa hidup ini terlalu berat. Kami sering mengeluh dan membandingkan diri dengan orang lain. Ampuni kami. Hari ini kami percaya bahwa Engkau mengetahui batas kekuatan kami. Berikan kami ketekunan, kesabaran, dan iman untuk tetap berjalan bersama-Mu. Tolong kami memikul salib kehidupan ini dengan pengharapan kepada-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus Kristus kami berdoa. Amin."SALIB YANG TERLALU BERAT
Berita Lainnya
BURUNG PIPIT DAN BADAI Tetap Bernyanyi di Tengah Badai
Nats Utama: Matius 6:26"Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menua...
Baca Selengkapnya
LILIN KECIL DI RUANGAN GELAP Menjadi Terang di Tengah Dunia
Nats Utama: Matius 5:14-16"Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin...
Baca Selengkapnya
PAYUNG DI TENGAH KEMARAU Iman yang Percaya Sebelum Melihat
Nats Utama: Markus 11:24"Karena itu Aku berkata kepadamu: Apa saja yang kamu minta dan doakan, perca...
Baca Selengkapnya
PENSIL DI TANGAN TUHAN
Nats: Yeremia 18:6"Masakan Aku tidak dapat bertindak kepada kamu seperti tukang periuk ini, hai kaum...
Baca Selengkapnya
Satu Dollar dan Sebelas Sen
Sally, seorang anak berusia 8 tahun, mendengar bahwa adiknya, Georgi, sedang sakit parah dan membutu...
Baca Selengkapnya
Desmond Doss: Pahlawan Tanpa Senjata
Di tengah dahsyatnya Perang Dunia II, ada seorang prajurit Amerika yang berbeda dari rekan-rekannya....
Baca Selengkapnya
Tata Gereja GMIST 2025 Mulai Diterapkan di Seluruh Jemaat pada 1 April 2026
Tahuna, 1 April 2026 – Gereja Masehi Injili Sangihe Talaud (GMIST) resmi menerapkan Tata Gereja GMIS...
Baca Selengkapnya